Selasa, 04 Januari 2011

Domba (Biologi)


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Tiap-tiap makhluk hidup yang ada didunia ini mempunyai cara hidup yang berbeda-beda, baik itu manusia, tumbuhan ataupun juga hewan-hewan. Dalam hal memperoleh makanan perkembang biakannya, begitu juga dalam hal penamaan, semua makhluk hidup pasti memiliki nama yang berbeda- beda antara hewan yang satu dengan hewan lainnya, walaupun terkadang mereka tinggal pada satu habitat yang sama.
Setiap nama yang diberikan adalah sesuai dengan ciri khas, hewan-hewan tersebut. salah satunyaadalah domba atau biri-biri. Penggunaan kata domba pertama kali dimulai dari Inggris, pada abad pertengahan sebagai turunan dari Inggris kuno yaitu dari kata “Sc?ap” itu adalah baik untuk tunggal dan jamak untuk nama hewan, domba juga disebut dalam agama-agama besar terutama dalam agama islam dan Kristen.
Negara kita adalah Negara yang beriklim tropis dan banyak terdapat berbagai jenis hewan yang hidup disekitar kita. Ada jenis beberapa jenis hewan yang masuk ke dalam jenis karnivora (pemakan daging) dan ada juga yang termasuk kedalam jenis hewan pemakan tumbuhan (herbivore) dan lain sebagainya. Semua hewan-hewan tersebut bertempat tinggal disekitar kita. Oleh karena itu kita harus dapat menbedakan ciri khas dari hewan tersebut.
Banyak sekelompok hewan-hewan yang hidup didaerah kita, tidak hanya satu jenis saja, ada dari jenis hewan yang bemamfaat bagi manusia dan adapula jenis hewan yang merupakan sebagai parasit bagi manusia dan menggangu kehidupan manusia, seperti hewan-hewan besar, begitu juga dengan hewan yang bernama domba atau biri-biri. Mereka mempunyai cara hidup yamg sangat khas dan termasuk kedalam jenis hewan pemamah biak (ruminansia).
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan isi dari latar belakang masalah diatas, maka dapat kita rumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.      Kenapa domba termasuk kepada hewan memamah biak
2.      Dari mana sejarah asal penggunaan kata domba dan dari mana asal sejarah domba
3.      Apa mamfaat domba atau biri-biri bagi kehidupan manusia
4.      Dimana habitat domba atau biri-biri
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui kenapa domba termasuk kedalam jenis hewan memamahbiak
2.      Agar kita lebih memahami darimana sejarah asal penggunaan kata Domba dan bagaimana sejarahnya
3.      Untuk mengetahui apa saja mamfaat biri-biri bagi kehidupan manusia
4.      Untuk mengetahui dimana habitat tempat tinggal domba
D.    Mamfaat Penulisan
1.      Kita bisa lebih memahami kenapa domba itu disebut sebagai jenis hewan ruminasia (pemamahbiak) dan mengetahui ciri-ciri hewan jenis ini lebih mendalam
2.      Menambah sedikit pengetahuan bagi kita semua khususnya bagi saya sendiri tentang sejarah dan asal usul domba sehingga bisa sampai ke Negara kita
 Kita juga bisa mengetahui apa saja mamfaat domba atau biri-biri dalam kehidupan kita.
BAB II
LANDASAN TEORITIS
Domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan (Ovis aries), yang diduga keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah selatan dan barat-daya. Untuk tipe lain dari domba dan kerabat dekatnya, lihat kambing antilop. Domba berbeda dengan kambing.
Klasifikasi
¨  Phylum            :Chordata
¨  Sub Phylum     : Vertebrata
¨  Class                :Mammalia
¨  Ordo                :Ungulata
¨  Sub Ordo        :Artiodactylata
¨  Familia            :Coroviane
¨  Genus              :Ovis
¨  Species            : Ovis orientalisi

 BAB III
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Domba
Domba adalah mamalia yang termasuk pertama kali di jinakkan dan dijadikan sebagai hewan ternakan oleh manusia. Literatur mnyebutkan bahwa mula diternakkan pertama kali sektar 9000 – 11000 tahun yang lalu di Mesopotamia. Domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya. Yang paling dikenal orang adalah domba peliharaan (Ovis aries), yang diduga keturunan dari moufflon liar dari Asia Tengah selatan dan barat-daya. Untuk tipe lain dari domba dan kerabat dekatnya, lihat kambing antilop. Domba berbeda dengan kambing.
Pengertian lain dari domba adalah ruminansia kecil, bulunya biasanya berkerut, dan mempunyai tanduk yang berbentuk spiral lateral dan tanduk ini ditemukan pada jantan maupun betina
2.      Sejarah Asal Usul Domba
Ada beberapa teori mengenai asal usul dari ternak domba. Namun sebagian besar berkata sama, bahwa ternak domba berasal dari Mouflon. Mouflon ini adalah hewan liar. Ada 2 macam jenis Mouflons. Pertama adalah Mouflon Asiatic, yaitu Mouflons yang hidup di pegunungan asiatic dan selatan Iran. Dan satunya lagi adalah jenis Mouflons Eropa, satu satunya yang hidup di pulau Sardinia dan Corsica, Italia. Banyak hipotesis bahwa Mouflon Eropa adalah keturunan dari Mouflon Asia.
Pada saat ini kelangsungan hidup domba sangat tergantung pada manusia, ini dikarenakan mereka sudah berevolusi sebagai hewan ternakan. Dan tidak hidup liar di alam lagi. Sudah sangat sulit dan tidak jelas garis keturunan sampai kepada nenek moyang mereka. hipotesa yang paling biasa memberitahukan Ovis itu aries ialah keturunan Asiatic (O. orientalis) spesies mouflon ( sejenis rusa lliar ). Pada literature ditemukan di Eropa bahwa mouflon adalah sejenis domba kuno yang dipiara disana pada waktu itu. Sedikit jenis domba, seperti Castlemilk Moorit dari Skotlandia, terbentuk lewat crossbreeding dengan mouflon Eropa liar.
Awalnya, domba disimpan hanya  untuk daging, susu dan kulit. Bukti arkeologis dari patung-patung ditemukan di situs arkelogis di Iran menunjukkan bahwa domba diambl bulunya (wol) sudah sejak 6000 M. Tetapi pakaian bulu domba tenun yang paling awal hanya sudah dibubuhi tanggal sampai dua sampai tiga ribu tahun yang lalu.
3.      Jenis-jenis Domba
Domba merupakan ternak yang pertama kali didomestikasi, dimulai dari daerah Kaspia, Iran, India, Asia Barat, Asia Tenggara, dan Eropa samapai ke Afrika. Di Indonesia, domba terkelompok menjadi:
a.       Domba ekor tipis (Javanese thin tailed),
  1. Domba ekor gemuk (Javanese fat tailed), dan
  2. Domba Priangan atau dikenal juga sebagai domba garut.
Secara umum ketiga jenis domba tersebut dibedakan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Domba ekor tipis (Domba Kampung)
Domba ini merupakan domba yang banyak terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Domba ini termasuk golongan domba kecil, dengan berat potong sekitar 20 – 30 kg. Warna bulu putih dan biasanya memiliki bercak hitam di sekeliling matanya. Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina biasanya tidak bertanduk. Bulunya berupa wol yang kasar.
 .      Domba ekor gemuk
Domba ini banyak terdapat di Jawa Timur dan Madura, serta pulau-pulau di Nusa Tenggara. Di Sulawesi Selatan dikenal sebagai domba Donggala. Tanda-tanda yang merupakan karakteristik khas domba ekor gemuk adalah ekor yang besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor kecil tidak berlemak. Warna bulu putih, tidak bertanduk.
Bulu wolnya kasar. Domba ini dikenal sebagai domba yang tahan terhadap panas dan kering. Domba ini diduga berasal dari Asia Barat Daya yang dibawa oleh pedagang bangsa Arab pada abad ke-18.
Pada sekitar tahun 1731 sampai 1779 pemerintah Hindia Belanda telah mengimpor domba Kirmani, yaitu domba ekor gemuk dari Persia.
Apakah domba ekor gemuk merupakan keturunan dari domba-domba ini, belum diketahui. Bentuk tubuh domba ekor gemuk lebih besar dari pada domba ekor tipis. Domba ini merupakan domba tipe pedaging, berat jantan dewasa antara 40 – 60 kg, sedangkan berat badan betina dewasa 25 – 35 kg. Tinggi badan pada jantan dewasa antara 60 – 65 cm, sedangkan pada betina dewasa 52 – 60 cm.
 c.       Domba Priangan
Terdapat di Priangan, yaitu di Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis, dan Tasikmalaya. Domba ini dipelihara khusus untuk diadu. Domba priangan bertubuh besar, dahi konveks, tanduk yang jantan besar dan kuat, melingkar seperti spiral. Domba ini diduga diciptakan dari persilangan antara domba Merino dan domba Cape dengan domba lokal sekitar tahun 1864.
Namun sekarang sudah tidak ada bekas-bekas dari karakteristik wol domba Merino. Pada domba Priangan, kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. Domba ini sudah terkenal sebagai salah satu domba yang mempunyai angka reproduktivitas tinggi di dunia.
4.      Mamfaat Domba Bagi Manusia
a.       Daging
Hasil penelitian di berbagai negara dunia menyatakan bila daging domba merupakan salah satu jenis daging merah yang sarat akan nutrisi dan aman untuk dikonsumsi. Daging domba muda atau sering disebut juga dengan Lamb yang berasal dari anak domba berusia 1 tahun ke bawah, kaya akan protein, zat besi, vitamin B12 dan nutrisi lainnya seperti zinc, selenium serta niacin. Mari bersama Kita telaah lebih jauh mengenai kandungan nutrisi daging domba muda yang memang ternyata bermanfaat untuk kesehatan tubuh ini.
b.      Bulu
Bulu domba  dapat dibuat menjadi sajadah, lukisan, dan alas kaki. Pembuatan produk-produk berbahan baku bulu domba lokal, dirancang dengan menggunakan teknologi yang sanggat Canggih bahkan benang yang terbuta dari bulu wol mereka dapat digunakan untuk menenun kain baju kita. Benang yang digunakan untuk berbagai keperluan lain telah membuat hidup kita lebih mudah.
c.       Susu
Setiap hari domba memproduksi susu, dan susu domba umumnya diminum dam digunanakan diberbagai tempat di dunia. Kalsium dalam susu ini bermamfaat bagi perkembangan tulang dan gigi . bahan dasar pembuatan yogurt dan keju adalah susu. Susu juga digunakan untuk membuat kue. Pastry dan makanan lainnya. Singkatnya, susu merupakan salah satu makanan bergizi yang kita makan setiap hari.
5.      Cara Hidup Domba
Salah satu karakteristik domba adalah kemampuan memamahbiak , dan bagi hewan memamahbiak (ruminansia) perana lambung sangat penting, karena fungsi lambung pada domba adalah menyimpan makanan sementara, untuk nantinya dimamahbiak kedua kalinya disamping itu lambung juga berfungsi untuk pembusukan peragian (Fementasi). Lambung hewan pemamahbiak terbagi kepada ruang, yaitu : Rumen (Perut Besar), Retikulum (Perut Jala), Omasum (Perut Ketat) dan Abomasum (Perut Masam).
Makanan hewan pemamahbiak adalah rumput dan daun-daunan. Makanan tersebut direnggut dan dikunyah sekedarnya lalu kemudian dicampur air ludah, selanjutnya makanan ditelan ke esophagus (Kerongkongan) dan masuk kerumen. Didalam rumen terdapat bakteri dan flagelata yang dapat menghasilkan enzim selulase.  Flagelata tersebut fesesnya dapat digunakan untuk pupuk didalam rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida dan fermentasi selulasa oleh enzim selulase, selanjutnya makanan masuk kedalam reticulum.
6.      Tempat Hidup
Domba biasanya berada di areal yang cukup luas Di Sekitar padang Rumput, udaranya segar dan keadaan sekelilingnya tenang, dekat dengan sumber pakan ternak, memiliki sumber air, jauh dari daerah pemukiman dan sumber air penduduk (minimal 10 meter)
7.      Reproduksi
Domba berkembangbiak dengan cara melahirkan (Menyusui) . pada saat induk domba melahirkan anaknya, ia tak pernah melupakan bau dan rasa yang ia rasakan ketika ia membersihkan anaknya dengan lidahnya. Itulah mengapa ia tak mau menerima domba yang lain yang mempunyai bau dan rasa berbeda. Induk biri-biri dapat dengan mudah membedakan anaknya sendiri dari yang lain diantara sekawanan biri-biri, akan tetapi, ia harus berusaha mengenali mereka segera setelah melahirkan.
BAB IV
KESIMPULAN

1.      Domba (Ovis Aries) adalah hewan ruminansia (hewan pemamahbiak) berasal dari mesipotamia dan merupkan hewan yang pertama kali dijinakkan dan dijadikan sebagai hewan ternakan oleh manusia.
2.      Bulunya biasanya berkerut dan mempunyai tanduk yang berbentuk spiral, lateral umumnya mereka mempunyai ekor yang masih merupakan ciri dari nenek moyang mereka. Warnanya mulai putih, coklat, coklat mud dan belang- belang.
3.      Domba memiliki pandangan dan pendengaran yang baik, dan peka terhadap kebisingan.
4.      Domba biasanya hidup di daerah padang rumput yang luas, makanan mereka adalah rumput dan daun-daunan.
5.      Domba mempunyai banyak mamfaat bagi manusia, diantara lain adalah susunya, susu domba dapat diminum dan digunakan diberbagai tempat didunia, untuk bulunya digunakan untuk membuat benang wol. Yang digunakan menenun kain bagi kita dan dagingnya mempunyai protein dan nabati yang sangat berguna bagi tubuh manusia.
DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar